Jumat, 15 Juli 2011

kutunggu engkau di pintu neraka


    • Bismillaahirrahmaanirrahiim

      Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

      ==============================



      Hari ini setan menghadiahiku sebuah surat, ditujukan untuk semua anak adam:



      Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktivitas harianmu.

      Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu,

      Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai sarapanmu,

      Ketika pulang bekerja, kau juga tidak sempat mengerjakan shalat Isya' sebelum berangkat ketempat tidurmu, apalagi tahajud mana pernah kau sempat..hahaha..



      Kaupun lebih suka menonton bola di TV 90 menit penuh tanpa beranjak, tapi membaca alquran 10 menit saja engkau tak pernah sempat..

      Hmmm..Kau benar2 orang yang TIDAK bersyukur, Aku menyukainya..

      Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.



      Hai anak cucu adam yang Bodoh, Kalian millikku..

      Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,

      dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu..

      Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.



      Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah.

      Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu

      sepanjang masa untuk membalasnya..



      Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana indah untukmu dihari depan.

      Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.

      Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH, dan itu membuatku senang..



      Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani.

      Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya, guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang, menyakiti tetangga, mengghibah orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua, banyak tertawa yg membuatmu lupa akan kematian,memegang tubuh perempuan dalam pacaran..

      Semua itu aku menyukainya..!!



      Kau tidak pernah ke Masjid, berperilaku buruk, menyakiti hati teman dengan lisan,

      engkau mengaku muslim tapi perkataan dan perbuatanmu dzalim..

      engkau mengaku beriman tapi tidak mampu menjaga lisan..

      TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja bukan...?



      Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya di neraka..

      Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita kelak..

      Ini hanya merupakan surat penghargaanku untukmu..



      Aku ingin mengucapkan 'TERIMAKASIH' karena sudah mengizinkanku

      memanfaatkan hampir di seluruh masa hidupmu.



      Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.

      Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan aku tawa.

      Dan dosapun sudah mulai bertumpuk mewarnai hidupmu.



      Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.

      Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa, meminum khamer, berpacaran, durhaka kepada orang tua..semuanya....



      Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, berzina,

      bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.

      Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya.



      Begitulah anak-anak..

      Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.

      Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.



      Jika kau cukup cerdas, kau pasti akan lari sembunyi dariku, dan bertaubat atas

      dosa-dosamu.

      Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit,

      Karena kaupun tak pernah tahu kapan kau akan mati bukan..?



      Tapi memperingati orang bukan tabiatku, karena diusiamu sekarang dan tetap

      melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.

      Tapi begitulah, bukankah kaupun bangga denga dosa-mu..?



      Maka lanjutkanlah..

      Dan jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.

      Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik dimata ALLAH.



      Hai anak adam, kekasihku dan sahabat sejatiku..

      Sampai jumpa denganku di kehidupan akan datang,

      KUTUNGGU ENGKAU DI PINTU NERAKA !!!

      ----------------------------------------------------



      Barakallahufikum...semoga bermanfaat

      Wassalamualaikum

      ----------------------

      (Semoga surat ini akan membuat kita benar-benar berfikir)

ikhlas itu susah

untuk mengiklaskan segala sesuatu itu susah,,,,,,,,
kenapa sih semua hanya bisa memanfaatkan kondisi yang ada,,,
aqu benci ma kalian semua,,,,
kalau ada butuh n maunya baru datang,,,
tapi saat aqu jatuh n terpuruk g ada yang peduli,,


ya allah,,,,,,,,
 berilah hamba mu ini keihlasan dalam hidup
agar selalu mendapatkan ridho Mu,,
karna g ada satu insan pun di dunia ini,,
meminta pertolongan Mu,,,

Rabu, 13 Juli 2011

kisah dua tukang sol



Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.
Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.
“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.
“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.
“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.
“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”
“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.
“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.
“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.
“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.
Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.
“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”
Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut.
Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,
“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”
Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,
“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”
“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.
“Abang yakin?”
“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.
“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.
“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.
Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.
“Apa kabar mang Udin?”
“Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.
Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,
“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”
“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.
“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.
Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,
“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”
“Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.
Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh.
“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.
Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.
“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.
“Tidak.”
“Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, “Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”
Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.
“OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca.
“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”
Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik.